Brave Women Behind The Pinks

The weather is very hot here in my town. It seems very contrary to the weather in New York city.

Why did suddenly I remember New York?

I’d never been in New York. To be precise, I never went to the United States. My limited steps made me dwelling in same places throughout the years. Home, office, my children’s school, mall, well…uhm… very regular places, right? Even it’s too rarely for me to go out of town.

Still, I remember someone in New York there. She is not a neighbor, not a sister, even we had met two or three times only. Then why does she fill my mind?

Before talking about my friend in New York City, I want to tell you about someone else first. A few years ago my sister often went home with a sad story about her friend affected by breast cancer. The cancer stadium was quite high when she realized something happened to her body. Then she tried to deny the fact of her condition. She refused treatment, won’t to eat, locked herself in her room, she really felt devastated. Her family understood this distress period, but they were also confused how to support her if she herself didn’t have spirit to recover in any way.

I don’t think it’s necessary to tell about end of this story. It made me sad.

breast cancer

oh-no-style of awesome girls 😉   courtesy : Indah Nuria

In a very contrary way with above story, my friend in New York experienced the same thing still has a high motivation to recover. Living abroad, without any siblings or parents accompanied, jobs with high stress levels, but she remains tough. I almost never saw her sharing sad story in her social media and blog. Just pumping spirit was what she did to support other cancer patients in order not to feel alone anymore.

There are many people sincerely support the struggle of cancer survivors. Through donations, through prayer, through awareness, the slightest thing remains to be done so that the breast cancer patients do not feel alone. Yes, for some reason they got sick. However, this reason no longer need to be discussed, the more important is how they recover and still live a normal life like any other.

Some organization and people already start to make movements of awareness on cancer attack. Yes, awareness of yourself is important for health check. Just as important as paying attention and prayer to others who already got cancer in their blood. Make them brave to fight, since no medical will be better than our own spirit and faith.

Hello brave women, I’m along with you here. All my best pray for you. You are all amazing people….

This post is dedicated to #finishthefight #gopink #breastcancerawareness

Derita Penjual vs Pembeli online :)

Dunia jual beli memang selalu menarik untuk diperbincangkan, atau bahkan mungkin malah lebih asyik manakala kita terjun ke dalamnya. Jual beli apa pun… bisa saja jualan bahan2 pangan di toko kelontong, jual sayur, jual lauk, baju, aksesoris, aneka keperluan rumah, sampai ke level perniagaan yg kelas “kakap” seperti mobil, perhiasan dsb.

Makin terbukanya wawasan & kesempatan untuk memanfaatkan dunia maya utk berjualan, saya fikir juga sangat bagus utk menambah lapangan pekerjaan, baik yg punya modal besar maupun yg cuma pas2an aja (kayak SAYAAAA) 🙂

Ada yg punya cukup dana sehingga bisa sewa domain sendiri dan mengelola dagangannya dengan lebih tertata. Yg laen lagi juga ada yg gabung di komunitas online via multiply, tokobagus, dll.Ada juga yg milih numpang alias blogging di penyedia free macem blogspot, wordpress dll. Atau yg paling mudah bikin akun di facebook untuk berjualan, bisa pake akun pribadi maupun fasilitas fanpage. Itu SAYAAAA…. lagi-lagi SAYAAAA *sambil tunjuk jari tinggi tinggi 🙂

 

Maraknya jualan ala online shop (olshop) via facebook ini juga membuat sebagian orang jadi malas untuk buka2 facebook, karena wall-nya penuh dengan aneka postingan yg isinya sarat ‘jual-menjual’, sehingga yg punya wall diharap utk menengok utk ‘beli-membeli’ :). Belum lagi klo ada yg suka tag sana tag sini yg bikin pemilik wall sensi… ngeganggu ya??? maaf deh… feel free to remove tag **eeaa..bahasa khas olshop.

 

Tapi so far saya masih enjoy2 aja tuh walau pun di friend list saya nangkring ratusan olshop, paling juga ntar postingannya ketumpuk ama yg laennya hehehee…. bukan apa2, saya sampai sekarang masih gaptek ama jejaring sosial yg laen. lewat fb saya lebih mudah berbagi cerita, menyapa teman lama, becanda dengan teman2, dan yg paling penting ini niiihhh… NARSIS 🙂  Terkadang cuma pamer tanaman2 tak berarti di halaman belakang rumah, pamer anak saya sudah bisa apa, share resep ama temen. Emang untuk itu kan kegunaannya???hehehee…salah atau benar enggak ada yg nilai aja koq 😀

 

Semula saya cuma bikin satu akun pribadi, yg kemudian saya gunakan juga utk olshop saya. Yaaahhh….bisanya jualan ya baru ke teman2 ini, dan rata2 teman2 juga pada fb-an…klop deeehh… Di kemudian hari baru saya buat satu lagi via fan page utk jualan saya, walaupun ternyata saya jauh lebih enjoy menggunakan akun pribadi.

Selain untuk jualan, saya juga beberapa kali belanja di olshop lain utk tipe barang yg berbeda dg apa yg saya jual. Nah, ini niiiihhh yg mau saya obrolin  (preambule-nya panjang amat yak…maaf….)

 

Sepanjang saya pake fb utk jualan, banyaaakk sekali pengalaman yg bisa saya tarik. mengamati berbagai tipikal orang dlm berbelanja. Via fb saya jualan produk aksesoris dengan genre RAJUT, ada aksesoris untuk anak2 perempuan maupun yg untuk wanita dewasa (emang jadinya jarang yg utk anak laki2 atau pun bapak2, masak mau pake bros??) 🙂 Karena keterbatasan modal, saya baru bisa melayani pesanan aja (yg pasti2) sehingga tak perlu stok banyak2. Lama kelamaan sedikit2 saya mencoba utk punya ready stok walaupun sedikit sekali persentasenya, krn utk mengerjakan yg pesanan aja masih ‘terengah-engah’.

Tipikal pembeli saya beraneka ragam. Dari segi kerumitan pesanan : ada yg pesen cuma jepit, bando, bros, kucir & pernak pernik yg relatif gampang pengerjaannya, tapi juga ada yg pesan agak sulit spt ikat pinggang & tempat hp. Dari segi kerumitan pembeli : ada yg rekuesnya aneka macam, misalnya nih : utk bros saya bunganya 3 layer ya jeng, layer pertama pink, layer kedua ungu tua, yg terakhir ungu muda, dibikin yg tebel biar kesannya numpuk sempurna, klo bisa harganya jangan mahal2…naaaahhh…. Ada juga yg rekuesnya simple, bros 7cm warna gabungan, saya sukanya yg cenderung ada pinknya jeng…tolong dibuatin yg pantes lah buat saya.

Dari segi pembayaran juga variatif. Ada yg mau dijual lagi sehingga rela bayar di depan utk diskon & kecepatan pembuatan, ada yg santai bayarnya ntar pas udah jadi & mau dikirim, ada juga yg ‘terlalu santai’, udah dibuatin gak bayar2 😦

 

Tapi semua itu tidak mengurangi kenikmatan berjualan. Saya tdk pernah berpikir semua itu hambatan maupun penderitaan. Hingga kemudian saya bertransaksi dg bbrp olshop, yg saya kategorikan jutek, judes, tdk komunikatif (saya tak akan menyebut nama, sehingga siapa pun yg merasa lebih baik diam & koreksi diri anda).. wuiiiihhh… mulai metu sungute kiy… hehehe… Terus terang saya agak terusik saat diperlakukan kurang fair dg penjual suatu barang yg saat ini sedang saya pesan. udah klo ditanya jawabnya sepotong-sepotong, (itu pun enggak langsung dijawab), kadang2 kurang make sense utk diucapkan oleh seorang penjual.. lha wong saya udah resiko bayar duluan je, masak cuma tanya kenapa barang saya enggak dikirim2 jawabannya cuma gini :

 

padahal kan sy udah bayar tgl 5, eehh..kayaknya tgl 6 deh 🙂  dg asumsi klo ready stok kan bisa lgs kirim.

Semisal emang pedagangnya emang lagi ada kesusahan, atau ada urusan lain yg emang mendesak hingga blm kirim2 kan ya bisa to ngabari. duitnya emang gak seberapa, tapi kan ya namanya pembeli kan ingin kepastian toh?? masak malah cuma suruh liatin list resi kyk gini (saya kan enggak begitu pinter membaca) :

 

 **sopan banget

 

juga suruh ngecek ke JNEnya. lha emange aq tuku ning JNE powww???

 

 

Nah, saya bayar tanggal 6 Juni… di tracing list-nya JNE jelas2 terlihat tgl 12 Juni pengirimannya. Enggak salah kan klo misalnya saya komplain. bayar cepet2 kan karena pengin pake cepet2. klo masih PO sih bisa dimaklumi

Tapi berhubung yg punya olshop kayaknya ‘no complain welcomed’ yaaaa…. itu urusan dia. soalnya dulu udah pernah dikasih masukan tentang sikapnya yg kurang etis, ternyata masih terus berlanjut hingga kini. Moga2 enggak saya tiru lah

 

Saya sih tak bermaksud menjelek2kan olshop itu, sudah saya buktikan dengan menutup semua brand & nama ybs. Daripada ngoceh sana sini di wall nya dia kan tidak etis toh, sya juga harus menghargai kredibilitas dia di depan shopper-nya…. ntar klo dia gak suka juga langsung kena delete. percumaaaa… Saya sharing aja di akun saya sendiri, dengan harapan teman2 sesama olshop yg baca juga memahami, bahwa dalam hal ini bukan masalah pembeli atapun penjual yg punya derita, tapi interaksi yg fair alias seimbang kan jauh lebih menyenangkan to?? emangnya penjual juga bisa laku dagangannya tanpa ada pembeli??

 

Sebagai penutup saya kutip juga cerita yg disampaikan sebuah olshop tentang derita penjual online, yg menurut saya tdk layak disajikan di wall akun olshop tsb karena kan yg baca para pembelinya. tapi entahlahhh… mungkin ada juga ya yg menganggap itu lucu & pantas utk bahan tertawaan… mentertawakan pembeli yg dia anggap bodoh & enggak nyambung **ngelus jidat

 

DERITA pelaku Online Shop.

 

Online Shop atau yg biasa disebut OS skrg makin menjamur.. Tapi tau ga, ngejalanin OS itu ga segampang yg dikira. Kasus2 yg sering terjadi di lapangan itu sbb:

 

A: Sis, bahan apa?

B: rajut sis

A: bukan spandex ya?

B: doenkk! -___- #uda dijawab msh nanya

 

A: Sis, bahan apa?

B: sifon sis

A: sifon tu apa ya?

B: ………………… *krikk krik krikk

 

A: Sis, ini size’nya apa

B: all size sis

A: aku mau dong sis 1, yg size M ya

B: (¬_¬) gubraakkk -____-

 

A: Sis, itu dressnya panjangnya seberapa

B: modelnya 160cm sis, coba dikira2 aja

A: tolong dalam sentimeter dong sis

B: (۳˚Д˚)۳

 

A: Sis, ongkir ke *nama kota* berapa?

B: 20rb sis *misalnya

A: ga bs kurang lg sis? Kurangin donk

B: JNE bkn punya bapak gueee! (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾’̾̾)

 

A: Sis, kok barang blm sampe2 sih?

B: ha? Masa sis? Uda ak kirim lho.

A: blm sampe2 tau sis (pdhl br 2hr)

B: nih sis, no resinya. Dikirim 2hr yg lalu

A: tp barang blm smpe2. Sis penipu, bla3x

B: sabar Gusti #elus-elus dada

 

A: Sis, mau pesen ini

B: oke sis, uda book ga bs cancel ya

A: tiba2 menghilang, delcon!

B: (۳._.)۳ (۳-_-)۳ (۳˚_˚)۳ (۳˚o˚)۳ (۳˚Д˚)۳

 

A: Sis, kurangin dong harganya

B: sorry sis, harga pas 🙂

A: kurangin donk, ak kan beli 2, kurangin!

B: *sambil nangis* untung gue jg mepet (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

A: Sis, ada grup ga? Join donk

B: oke sis

A: *setelah join nyolongin customer

B: tabahkan hambaMu └(˘.˘└) *ya Tuhan*

 

Oya, saya juga paling gak seneng olshop yg sering kasih notes : Jadilah pembeli yg cerdas…. (enggak boleh nanya2 ya maksudnya?)… lha emange meh maju cerdas cermat po? apek ngoyak beasiswa po koq ndadak cerdas.. sing bodho gak oleh tuku? hadeeuuuhhhh….

 

Here are the story….you are all free to comment (as free as my right to delete any annoying ones) 😀

 

(tulisan ini saya ambil tanpa mengurangi titik koma dari note saya di Facebook )

Image

knitted stuffs online seller